Cara Menentukan Target Pasar untuk Bisnis yang Baru Dimulai
Memulai bisnis online bukan hanya soal mempunyai produk yang menarik. Salah satu keputusan penting sejak awal adalah menentukan siapa yang paling mungkin membutuhkan dan membeli produk tersebut. Kelompok inilah yang kemudian menjadi target pasar.
Target pasar yang terlalu luas membuat promosi sulit diarahkan. Pesan pemasaran menjadi umum, pilihan kanal tidak jelas, dan bisnis berisiko menghabiskan biaya untuk menjangkau orang yang sebenarnya tidak membutuhkan produknya.
Sebaliknya, target pasar yang jelas membantu bisnis memahami kebutuhan konsumen, menentukan penawaran, memilih cara berkomunikasi, dan menyusun strategi pemasaran digital dengan lebih terarah.
Apa Itu Target Pasar?
Target pasar adalah kelompok konsumen yang dipilih sebuah bisnis sebagai sasaran utama penawaran produk atau jasanya karena memiliki karakteristik, kebutuhan, atau masalah yang relevan dengan solusi yang ditawarkan.
Target pasar tidak berarti bisnis dilarang menjual kepada orang di luar kelompok tersebut. Penentuan target membantu menentukan prioritas, terutama ketika modal, waktu, dan tenaga masih terbatas.
Mengapa Bisnis Baru Perlu Menentukan Target Pasar?
Bisnis baru biasanya mempunyai keterbatasan sumber daya dan data. Karena itu, mencoba menjangkau semua orang sekaligus sering tidak efisien.
Dengan target yang lebih jelas, pemilik usaha dapat membuat produk yang lebih sesuai, menentukan harga berdasarkan kemampuan pasar, memilih kanal promosi yang digunakan calon pelanggan, dan menyusun pesan yang lebih mudah dipahami.
Contohnya, bisnis makanan sehat untuk pekerja kantoran tentu membutuhkan pendekatan berbeda dengan bisnis makanan untuk mahasiswa. Produknya mungkin sama-sama makanan, tetapi kebutuhan, harga yang dianggap wajar, lokasi, dan cara membeli dapat berbeda.
Mulai dari Masalah yang Diselesaikan
Sebelum menentukan usia atau lokasi calon pelanggan, pahami dahulu masalah yang ingin diselesaikan.
Misalnya sebuah usaha menyediakan jasa pembukuan sederhana. Masalahnya dapat lebih spesifik: pemilik usaha kecil kesulitan mencatat arus kas dan tidak mempunyai staf keuangan khusus.
Dari masalah tersebut, target pasar mulai terlihat lebih jelas. Bisnis dapat mempelajari jenis usaha, skala transaksi, kemampuan membayar, dan cara calon pelanggan menyelesaikan masalah tersebut saat ini.
Gunakan Segmentasi Pasar
Segmentasi membantu membagi pasar menjadi kelompok yang lebih mudah dipahami. Pendekatan yang umum digunakan antara lain demografis, geografis, perilaku, dan kebutuhan.
Demografis
Segmentasi demografis dapat mencakup usia, pekerjaan, tingkat pendapatan, atau tahap kehidupan. Informasi ini berguna apabila karakteristik tersebut memang berpengaruh terhadap keputusan membeli.
Geografis
Lokasi sangat penting bagi bisnis yang mempunyai area pelayanan tertentu. Bengkel, katering, laundry, kontraktor, atau toko fisik biasanya perlu menentukan wilayah yang realistis untuk dilayani.
Perilaku dan kebutuhan
Dua orang dengan usia sama belum tentu mempunyai kebutuhan yang sama. Perhatikan apa yang mereka cari, bagaimana mereka membeli, faktor apa yang membuat mereka ragu, dan solusi apa yang digunakan sebelumnya.
Buat Gambaran Pelanggan Utama
Setelah mengumpulkan informasi, buat gambaran sederhana mengenai pelanggan yang ingin dijangkau. Tidak perlu membuat persona yang terlalu rumit.
Misalnya: pemilik bisnis kuliner skala kecil di kota besar, mengelola pemasaran sendiri, sudah aktif di media sosial, tetapi kesulitan membuat konten secara konsisten.
Gambaran tersebut lebih berguna daripada sekadar mengatakan “target kami adalah pengusaha”. Bisnis menjadi lebih mudah menentukan produk, bahasa promosi, dan kanal komunikasi.
Pelajari Kompetitor dan Pasar
Kompetitor dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar. Perhatikan siapa pelanggan mereka, produk yang paling sering ditawarkan, kisaran harga, ulasan pelanggan, serta keluhan yang berulang.
Tujuannya bukan menyalin strategi kompetitor, tetapi memahami ekspektasi pasar dan menemukan bagian yang mungkin belum terlayani dengan baik.
Validasi dengan Calon Pelanggan Nyata
Target pasar yang dibuat di atas kertas tetap merupakan hipotesis sampai diuji.
Bisnis dapat melakukan validasi dengan berbicara langsung kepada calon pelanggan, menawarkan produk dalam jumlah terbatas, menjalankan pre-order, atau membuat kampanye kecil untuk melihat respons.
Perhatikan bukan hanya orang yang mengatakan produk menarik, tetapi siapa yang benar-benar bersedia bertanya lebih lanjut, mencoba, atau membayar.
Jangan Hanya Mengejar Pasar yang Besar
Pasar besar memang terlihat menarik, tetapi biasanya mempunyai persaingan lebih tinggi. Untuk bisnis baru, segmen yang lebih spesifik terkadang justru lebih mudah dilayani.
Misalnya dibandingkan menawarkan “jasa desain untuk semua bisnis”, penyedia jasa dapat memulai dari “desain menu dan materi promosi untuk usaha kuliner”. Setelah mempunyai pengalaman dan portofolio, cakupan pasar dapat diperluas.
Evaluasi Kemampuan Bisnis
Target pasar yang menarik belum tentu cocok dengan kemampuan bisnis. Pertimbangkan apakah produk mampu memenuhi kebutuhan mereka, apakah harga masih menghasilkan margin, apakah area pelayanan realistis, dan apakah bisnis mempunyai kapasitas menangani permintaan.
Target yang baik berada pada titik pertemuan antara kebutuhan pasar dan kemampuan bisnis memberikan solusi secara konsisten.
Gunakan Data Setelah Bisnis Berjalan
Target pasar tidak harus dianggap permanen. Setelah transaksi mulai terjadi, bisnis akan mendapatkan data nyata.
Catat siapa yang paling sering membeli, produk apa yang dipilih, dari mana mereka mengetahui bisnis, alasan mereka membeli, dan apakah mereka kembali melakukan transaksi.
Data tersebut dapat menunjukkan bahwa pelanggan terbaik ternyata berbeda dari asumsi awal. Jika demikian, strategi dapat disesuaikan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Salah satu kesalahan adalah menentukan target hanya berdasarkan asumsi pribadi. Kesalahan lainnya adalah membuat target terlalu luas karena takut kehilangan peluang.
Informasi mengenai konsumen seharusnya membantu bisnis memberikan layanan yang lebih tepat, bukan sekadar menambah banyak kategori yang tidak relevan.
Kesimpulan
Menentukan target pasar membantu bisnis baru menggunakan sumber daya dengan lebih terarah. Mulailah dari masalah yang ingin diselesaikan, kelompokkan calon pelanggan berdasarkan karakteristik yang relevan, pelajari kondisi pasar, lalu uji asumsi kepada calon pelanggan nyata.
Target pasar terbaik bukan kelompok yang terlihat paling besar, tetapi kelompok yang mempunyai kebutuhan jelas dan dapat dilayani bisnis dengan baik. Seiring bertambahnya transaksi dan data, target tersebut dapat terus diperbaiki agar keputusan produk dan pemasaran semakin akurat.